Senin, 15 Maret 2010

Perjuangan ibu penjual sate

Pada malam selasa yang lalu, anakku ingin sate. biasany tukang sate lewat depan rumah kira-kira pukul 7.30 malam, tapi malam itu anakku gak mau nunggu, lagian sama ibunya kalo nunggu tukang sate lewat, nanti anaknya ke buru tidur. akhirnya saya dan anak-ank pergi pakai motor cari tukang sate.
Setelah lama mencari, akhirnya ketemu tukang sate keliling, tapi bukan sate madura yang pake gerobak seperti perahu. yang jual sate ternyata wanita paruh baya, dagangannya pake nampan dan disimpan diatas kepala ciri khas pedagang makanan tradisional khas jawa. lalu kami pesan sate 10 tusuk pake lontong, saya lihat dagangannya masih banyak, sementara keringat udah bercucuran, entah dari kapan si ibu berjualan, setelah pulang anaku bertanya, kenapa ya tkang satenya ibu-ibu kasian ya....
ternyata anakku dah bisa empati walau sebatas kasihan...

Yang terpenting adalah perjuangan seorang ibu untuk membantu ekonomi di jawa ini memang sangat dominan, dan perjuanga itu bisa dilakukan kapan saja, bahkan berdagang dari pagi buta sampai malam. maka dari itu hargailah setiap pekerjaan karena belum tentu kita mampu melakukan pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar