Sabtu, 10 Juli 2010

Seorang Teman yang bersahaja

Kemarin malam ada SMS masuk yang isinya menanyakan kabar, tapi tidak ada nama pengirimnya, setelah di SMS balik dan ditanya siapa dia menjawab Rahmat, melihat nama itu terlintas masa 26 tahun yang lalu. di sebuah ibukota kecamatan di kabupaten garut, ternyata dia temen satu kelas TK dan SD ku.
Masa kecil bersama dilewatkan dengan penuh keceriaan walau dengan keterbatasan sarana, uang, mainan. hanya hobby kami berdua sama-sama suka membaca saking senengnya membaca sampai-sampai membobol gudang buku yang tidak dipakai di samping sekolah diantara kantor PDK Kecamatan. kami mengambil satu persatu buku cerita untuk dibaca, bahkan sehari bisa dua buku habis kami baca. semua buku dibaca sampai potongan koran pun di baca, entah datang dari mana hobby itu yang jelas jika baca buku bisa lupa semuanya, atau karena keadaan jaman kami dulu televisi hanya satu stasiun, itu pun tidak semua rumah punya, maka untuk mengisi waktu sehabis bermain ya baca buku cerita.
Kami punya cita-cita seperti yang cerita yang di baca, kadang mau jadi dokter kadang mau jadi insinyur di pedesaan, sangat polos sekali cita-cita kami. setiap hari dijalani tanpa beban, kami hanya menjalani saja. yang saya ingat dia selalu rangking satu di kelas dan saya rangking dua sampai empat, belum pernah saya bisa menyusul dia pada rangking disekolah.
Ada kejadian unik waktu TK, setiap hari sabtu semua anak harus bawa makanan lalu kita makan bersama, seperti kebanyakan yang lain kita selalu tukar menmukar lauk tanpa disuruh oleh guru.saya lalu membuka nasi bawaan dan dia pun membuka nasinya, terlihat ada gundukan merah kecoklatan, terus tanpa banyak tanya saya langsung mencomot gundukan lauk itu, saya kira itu adalah bawang goreng, pas masuk di mulut kok ada rasa yang aneh wah jangan-jangan ini bukan bawang goreng, saya tanyakan apa lauknya itu, ternyata itu adalah "siraru" (sejenis serangga uang sukua mengelilingi lampu pada malam hari. wah konta rasanya ingin muntah tatdah kadung di telan sedikit walau makannya tidak diteruskan. kejadian itu masih terekam jelas dibenak saya, karena itu adalah makanan yang aneh yang pertama yang saya makan. (bersambung).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar